TARGET PUASA

Apa tujuan akhir dari puasa?

1. Waktu Berbuka kah?

2. Lebaran kah?

3. Mudik kah??

Sudahkah kita menyadari tujuan kita berpuasa untuk satu bulan ini? atau mungkin kita hanya sekedar menunaikan kewajiban kita berpuasa??

Sebagai ilustrasi,

1. Tujuan dagang? Untung…

2. Tujuan mancing? Ikan…

3. Tujuan berburu? Dpat buruan…dll,

(segala sesuatu harus ada tujuan…akhir)

* Pedagang yang seharian penuh bekerja menjajakkan dagangannya namun kemudian tidak mendapatkan untung, dapatkah kita sebut ia berhasil??
* Pemancing yang seharian duduk di pinggir kolam, namun kemudian tidak ada ikan yang didapatnya, berhasilkah ia??
* Pemburu yang seharian di hutan mengawasi binatang buruan untuk ia tangkap, tapi kemudian tak mendapatkan apa-apa, berhasil kah ia??

Seseorang dikatakan sukses/berhasil jika ia meraih tujuan yang diinginkan. So, apa sih tujuan berpuasa?

Targetpuasa? Ada 4 : dalam surat al-baqarah ayat 183-187

* Terbentuknya pribadi yang bertaqwa. (Menegakkan shalat, pemaaf, percaya pada yang ghaib, yakin akan hari akhir, dll)
* Terbentuknya pribadi yg bersyukur. (Tidak mengeluh, tidak iri, dan yakin pada rezekinya)
* Hidup selalu dengan petunjuk Alloh.
* Terbentuknya pribadi yang istiqomah di jalan Alloh.

* Level iman seorang muslim:

1. Iman level pedagang (beramal karena ingin untung)

2. Iman level pelayan (beramal karena takut)

3. Iman tertinggi, beramal karena nikmat dalam mengerjakakannya.

* Makna kalimat “puasa untuk-KU (Alloh)” :
Puasa yang dimaksud adalah puasa Ramadhan, berikut adalah beberapa alasan mengapa Allah mengatakan bahwa puasa adalah untuk Allah:

1. Alloh cinta dengan orang yang berpuasa.
Kita sering melihat adik-adik kita berebut mainan dan saling mang-klaim bahwa mainan tersebut adalah miliknya. Peng-klaim-an itu adalah dikarenakan keduanya sangat menyukai, menyayangi, dan mencintai mainan yang diperebutkan. Sama halnya dengan Allah yang meng-klaim bahwa puasa adalah untuk Allah. Hal itu menunjukkan betapa Allah mencintai orang-orang yang berpuasa.

2. Menunjukan pahala puasa yg sangat besar.
Ilustrasi: Seorang “idola” akan memberikan hadiah pada fans-fans nya yang setia, untuk itu, ia memilih 10 fans yang kemudian akan diberikannya hadiah. Dipanggillah sang manajer untuk menyampaikan hadiah-hadiah tersebut kepada orang-orang yang dituju. Namun, ada sesuatu yang janggal, sang idola hanya memberikan 9 hadiah pada 10 fans yang sudah ia pilih, tentu sang manajer pun bertanya mengapa sang idola mengurangi jumlah hadiahnya tersebut. Namun ternyata sang idola menjawab “Biar yang 1 ini, saya yang akan memberikannya secara langsung pada si fulan”. Dapat kita bayangkan perasaan fans tersebut, ia tentu akan merasa di-spesial-kan oleh sang idola. Akan sangat berbeda kesan yang didapat jika kita mendapatkannya dari orang yang sangat kita kagumi. Kemudian bayangkan bahwa di akhirat nanti Allah sendiri lah yang akan menyampaikan pahala puasa kita (Subhanallah, semoga kita menjadi salah satu di antaranya. Amin)

3. Menunjukan keagungan & kebesaran bulan puasa.
Bait = Rumah, Baitullah = Rumah Allah
Rasul = Utusan, Rasulullah = Utusan Allah
Habib = Kekasih, Habibullah = Kekasih Allah

Dari beberapa contoh di atas, akan terlihat bahwa segala sesuatu yang disandarkan pada Allah, maknanya akan menjadi lebih agung, seperti halnya puasa yang disandarkan pada Allah, hal itu menunjukkan betapa agungnya puasa hingga Allah menyandarkannya pada diri-Nya.

4. Satu-satunya amalan yg tdk hangus karna ‘riya’.
Semua amal ibadah manusia, memiliki kemungkina yang sangat besar bahwa amal ibadah tersebut diiringi dengan “riya” namun puasa ramadhan? dapatkan kita melakukan “riya” ? tidak seorangpun tahu kecuali Shoimun/Shoimat dan Allah lah yang mengetahui kebenaran puasa yang dijalankannya. Oleh karena itulah satu-satunya amal ibadah yang tidak akan hangus karena “riya” adalah puasa.

5. Satu-satunya amalan yg tidak digunakan untuk menghapus kedzhaliman.
Di akhirat nanti Allah akan menghitung/menghisab segala perbuatan manusia. Di sana manusia yang didzalimi akan menuntut pada Allah untuk mengambil haknya pada orang-orang yang dzalim. Pahala orang-orang yang dzalim akan Allah berikan kepada pihak yang didzalimi, dan jika pahalanya tidak cukup untuk menebus dosanya, maka dosa orang yang didzalimi yang akan dilimpahkan pada dzalimin. Namun Allah tidak menjadikan pahala puasa sebagai penebus kedzaliman manusia.

6. Karena puasa mencerminkan sifat-sifat Alloh.
Tidak makan, tidak minum, penyabar, pemaaf, dermawan, dsb.

7. Karena orang yang berpuasa, sedang mencoba gaya hidup ‘Malaikat’.
Apakah tabiat malaikat? Mematuhi perintah Allah, Meninggalkan larangan Allah, tidak memiliki hawa nafsu. Allah sangat kagum pada manusia yang Allah berikan hawa nafsu, namun ia mau menahan hawa nafsunya, senantiasa untuk berusaha menjalankan perintah-Nya, dan berusaha sekuat tenaga untuk meninggalkan larangan-Nya.
(Tidak ada kata terlambat untuk memprbaiki diri, mari kita maksimalkan potensi yang kita miliki)

(Sumber: Anwar Nasihin, Lc)

One thought on “TARGET PUASA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s